Wisata Kuliner Makanan Khas Yogyakarta Paling Iconic, Dari Hidangan Berat Sampai Jajanan Tradisional

 

Yogyakarta bukan sekadar kota dengan bangunan bersejarah, melainkan surga bagi para pecinta kuliner yang ingin memanjakan lidah. Menjelajahi setiap sudut kota ini terasa kurang lengkap jika kamu belum mencicipi deretan hidangan yang kaya akan rempah dan tradisi. Dari manisnya gudeg yang mendunia hingga sensasi pedas oseng mercon, setiap gigitan menyimpan cerita tentang budaya masyarakat Jawa yang ramah.

Menariknya, lokasi kuliner di Jogja seringkali berdekatan dengan destinasi wisata populer sehingga kamu bisa berwisata sekaligus berburu takjil atau makan siang. Ada 30 makanan khas Yogyakarta yang paling iconic yang wajib masuk ke dalam daftar rencana perjalanan kamu selama di sini. Sebagian besar menu ikonik ini berada di sekitar area Malioboro, Keraton, hingga wilayah asri di Bantul dan Gunungkidul yang menawarkan pemandangan alam memukau. Berikut adalah rincian menu paling ikonik yang harus kamu coba:

1. Gudeg Yu Djum

Menu ini adalah ikon nasi gudeg kering dengan rasa manis yang pas, disajikan bersama krecek pedas dan telur pindang. Pusatnya berada di Wijilan, sangat dekat dengan area Keraton Yogyakarta dan Alun-Alun Utara, menjadikannya lokasi strategis untuk sarapan sebelum berkeliling istana.

2. Gudeg Pawon

Gudeg ini menawarkan pengalaman unik makan langsung di dalam dapur tradisional (pawon) menggunakan kayu bakar. Terletak di wilayah Umbulharjo, tempat ini tidak jauh dari Gembira Loka Zoo, sangat cocok dikunjungi saat malam hari karena mereka mulai buka menjelang tengah malam.

3. Gudeg Mbah Lindu

Dikenal sebagai salah satu gudeg tertua, hidangan ini memiliki tekstur yang sangat otentik dengan resep yang terjaga puluhan tahun. Lokasinya berada di Jalan Sosrowijayan, tepat di kawasan Malioboro, sehingga kamu bisa mampir dengan berjalan kaki setelah berbelanja oleh-oleh.

4. Lupis Mbah Satinem

Kue tradisional ketan dengan sirup gula jawa kental ini pernah masuk dalam dokumenter Netflix karena kelezatannya yang tak tertandingi. Lokasinya berada di dekat Tugu Yogyakarta, menjadikannya tujuan utama para pemburu sarapan pagi yang rela mengantri demi cita rasa legendaris.

5. Soto Kadipiro

Soto ini menyajikan kuah bening dengan kaldu ayam kampung yang segar dan gurih, berbeda dari soto pada umumnya. Terletak di Jalan Wates, area ini merupakan jalur utama menuju Bandara YIA atau wisata Kulon Progo, ideal untuk pengisi perut sebelum menempuh perjalanan jauh.

6. Soto Sampah

Meskipun namanya unik, soto ini sangat digemari karena porsinya yang melimpah dengan campuran lemak daging yang nikmat. Kedainya berlokasi di dekat Pasar Kranggan, wilayah yang sangat dekat dengan Tugu Jogja, dan biasanya menjadi favorit mahasiswa karena harganya terjangkau.

7. Sate Klatak Pak Bari

Sate kambing minimalis yang hanya dibumbui garam dan ditusuk jeruji besi ini menjadi sangat viral setelah muncul di film AADC 2. Warungnya berada di Pasar Wonokromo, Bantul, yang searah dengan jalur menuju Hutan Pinus Mangunan atau Puncak Becici.

8. Oseng Mercon Bu Narti

Bagi kamu pecinta pedas, menu potongan daging sapi dengan cabai rawit melimpah ini adalah tantangan yang wajib dicoba. Terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan, lokasinya sangat dekat dengan Titik Nol Kilometer dan Benteng Vredeburg, pas untuk makan malam yang membakar lidah.

9. Mangut Lele Mbah Marto

Lele asap yang dimasak dengan kuah santan pedas ini memberikan aroma smoky yang sangat khas dan menggugah selera. Lokasinya tersembunyi di belakang kampus ISI Yogyakarta, wilayah Sewon, yang berada dalam jalur menuju kawasan wisata Gerabah Kasongan.

10. Tongseng Kambing Pak Jinto

Tongseng ini terkenal dengan kuah santan yang kental dan potongan daging kambing yang empuk tanpa aroma prengus. Berada di area Pasar Lempuyangan, tempat ini sangat dekat dengan Stasiun Lempuyangan, memudahkan kamu yang baru saja tiba di Jogja untuk langsung makan enak.


11. Sego Koyor Bu Tini

Menu nasi dengan urat sapi (koyor) yang dimasak empuk dalam bumbu santan ini adalah kuliner malam yang sangat populer. Kamu bisa menemukannya di kawasan Pasar Beringharjo, sangat strategis bagi kamu yang sedang menikmati suasana malam di Malioboro.

12. Ayam Goreng Kalasan

Ayam goreng ini dimasak dengan bumbu rahasia yang meresap hingga ke tulang, menghasilkan rasa manis gurih yang unik. Sesuai namanya, pusatnya berada di area Kalasan, sangat dekat dengan Candi Prambanan, menjadikannya menu wajib setelah kamu lelah berkeliling candi.

13. Bakmi Jawa Pak Pele

Bakmi yang dimasak dengan anglo dan telur bebek ini memberikan rasa yang sangat gurih dan tekstur mie yang kenyal. Kedainya berada di Alun-Alun Utara, tepat di depan SD Tarakanita, tempat yang asyik untuk menikmati suasana malam jantung kota Jogja.

14. Bakmi Mbah Mo

Bakmi legendaris ini terletak di Desa Manding, Bantul, dan dikenal karena kesabaran dalam proses memasaknya yang menghasilkan rasa maksimal. Lokasinya berada di pusat kerajinan kulit Desa Wisata Manding, jadi kamu bisa belanja jaket kulit sebelum makan di sini.

15. Bakmi Kadin

Nama Kadin berasal dari lokasinya yang berada di dekat kantor Kamar Dagang dan Industri, menyajikan bakmi jawa dengan kuah kental. Terletak di Senopati, area ini sangat dekat dengan Taman Pintar dan Pasar Buku Religi, memudahkan akses bagi wisatawan keluarga.

16. Mie Lethek

 

Mie berbahan tapioka dan gaplek yang berwarna agak kusam namun memiliki rasa gurih yang sangat alami tanpa pengawet. Kuliner ini banyak ditemukan di wilayah Bantul, terutama dekat dengan Pasar Seni Gabusan, sangat cocok untuk kamu yang mencari makanan sehat dan tradisional.

17. Bakpia Pathok 25/75

 

Oleh-oleh paling ikonik berupa pia berisi kacang hijau atau keju yang dipanggang hingga kulitnya terasa renyah. Sentra produksinya berada di kampung Pathuk, yang terletak tepat di belakang jalan Malioboro, sehingga kamu bisa melihat langsung proses pembuatannya.

18. Bakpia Kukus Tugu

 

Varian modern dari bakpia yang memiliki tekstur lembut seperti bolu dengan isian cokelat atau keju yang meleleh di mulut. Outlet resminya banyak tersebar di area Stasiun Tugu dan jalan-jalan utama, sangat praktis diambil sebelum kamu pulang meninggalkan kota Jogja.

19. Yangko

 

Camilan kenyal serupa moci dengan taburan tepung dan aroma buah-buahan ini merupakan penganan khas dari Kotagede. Sembari berburu yangko, kamu bisa sekaligus berwisata sejarah di Masjid Gede Mataram atau melihat pengrajin perak di Kotagede.

20. Geplak

 

Makanan berbahan dasar kelapa parut dan gula dengan warna-warni cerah ini menawarkan rasa manis yang sangat legit. Geplak adalah oleh-oleh khas Bantul yang banyak dijual di sepanjang jalan menuju Pantai Parangtritis, destinasi pantai paling ikonik di Yogyakarta.

Baca juga: Itinerary Jogja 3 Hari 2 Malam untuk Liburan Singkat!

21. Kopi Joss Lik Man

 

Kopi unik yang dicelup bara api (arang) ini memberikan aroma hangus yang khas dan dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Terletak di kawasan angkringan pinggir rel Stasiun Tugu, tempat ini adalah titik berkumpul paling populer bagi anak muda di malam hari.

22. Brongkos Warung Handayani

 

Sayur berkuah hitam (kluwak) dengan isian daging, kacang tolo, dan telur ini memiliki rasa gurih yang sangat kaya. Warungnya berada di area Alun-Alun Kidul, sehingga kamu bisa mampir makan setelah mencoba ritual Masangin di bawah pohon beringin kembar.

23. Wedang Ronde Binangun

 

Minuman hangat berisi bola-bola ketan, kacang tanah, dan kolang-kaling dalam kuah jahe yang manis dan pedas. Biasanya dijajakan di sekitar Alun-Alun Kidul, minuman ini sangat pas dinikmati saat kamu sedang bersantai melihat kerlip lampu odong-odong.

24. Sego Abang Jirak

 

Nasi merah sehat yang disajikan dengan sayur lombok ijo (cabai hijau) dan oseng tempe khas pedesaan. Terletak di wilayah Semanu, Gunungkidul, tempat ini menjadi persinggahan favorit bagi wisatawan yang ingin menuju Gua Jomblang atau Gua Pindul.

25. Jadah Tempe Mbah Carik

 

Kombinasi antara ketan putih (jadah) dan tempe bacem ini merupakan camilan favorit Sultan HB IX yang melegenda. Lokasinya berada di Kaliurang, tepat di kaki Gunung Merapi, menjadikannya teman yang sempurna saat menikmati udara dingin di pegunungan.

26. Sate Kere Pasar Beringharjo (Sate Lembut)

 

Sate unik yang terbuat dari lemak sapi (gajih) dibumbui rempah ini memiliki aroma yang sangat menggoda saat dibakar. Kamu bisa menemukannya di depan pintu masuk Pasar Beringharjo, sangat cocok dinikmati sambil beristirahat sejenak dari aktivitas belanja batik.

27. Kipo Kotagede

 

Kue kecil berwarna hijau berisi parutan kelapa dan gula jawa ini merupakan kuliner langka yang tetap bertahan sejak zaman dulu. Kamu hanya bisa menemukannya di Kotagede, sebuah wilayah kota tua yang penuh dengan bangunan berarsitektur Jawa-Eropa yang estetik.

28. Bakmi Pentil

 

Mie dengan tekstur sangat kenyal dan berbentuk panjang seperti pentil ban, biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng. Makanan ini banyak ditemukan di Pasar Prawirotaman, area yang dikenal sebagai kampung turis karena banyaknya kafe dan penginapan unik.

29. Gatot Gunungkidul

 

Makanan tradisional berbahan dasar singkong yang difermentasi ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis dari taburan gula kelapa. Kamu bisa mendapatkan gatot kualitas terbaik di wilayah Gunungkidul, searah dengan perjalanan menuju deretan Pantai Gunungkidul yang eksotis.

30. Tiwoel Gunungkidul

 

Tiwoel adalah makanan pengganti nasi dari singkong yang sangat pulen, biasanya dimakan dengan kelapa parut atau sayur pedas. Sama seperti gatot, kuliner ini banyak ditemukan di jalur wisata arah Wonosari, memberikan energi tambahan sebelum kamu mengeksplorasi keindahan alam Jogja.


Sumber: https://www.sanshotels.com/id-id/blog/places-to-eat/makanan-khas-yogyakarta-paling-iconic

Lebih baru Lebih lama