WISATA BUDAYA DAN SEJARAH SEKITAR WILAYAH KOTA YOGYAKARTA
1. Kraton Jogja
Kraton (istana) Kasultanan
Yogyakarta terletak dipusat kota Yogyakarta. Lebih dari 200 tahun yang
lalu, tempat ini ini merupakan sebuah rawa dengan nama Umbul Pacetokan,
yang kemudian dibangun oleh Pangeran Mangkubumi menjadi sebuah
pesanggrahan dengan nama Ayodya. Pada tahun 1955 terjadilah perjanjian
Giyanti yang isinya membagi dua kerajaan Mataram menjadi Kasunanan
Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Setiap hari Karaton terbuka
untuk kunjungan wisatawan mulai pukul 08.30 hingga pukul 13.00, kecuali
hari Jum;at Kraton hanya buka sampai dengan pukul; 11.00.
2. Puro Pakualaman
Selain
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Yogyakarta terdapat sebuah istana
lain yang terletak di jalan Sultan Agung, istana Puro Pakualaman, tempat
tinggal Sri Pakualam IX, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Istana ini sering dipergunakan untuk menerima tamu-tamu Negara yang
berkunjung ke daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sayap Timur bagian
depan dari istana ini dipergunakan sebagai museum Puro Pakualaman dengan
mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat dikunjungi masyarakat setiap
hari Senin dan Kamis, antara pukul 11.00 hingga 13.00. dalam museum ini
tersimpan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, dan
merupakan peninggalan masa sliam dari keluarga Paku Alam.
3. Istana Air Tamansari
Terletak
lebih kurang 400 meter dari komplek Kraton Yogyakarta atau sekitar 10
menit jalan kaki ke pasar burubg dari halaman Mangangan. Tamansari
berarti Taman yang indah, dimana zaman dahulu merupakan tempat rekreasi
bagi Sultan Yogyakarta beserta kerabat istana. Kini, Tamansari dapat
dikunjungi oleh masyarakat umum. Mulai dari pukul 08.00 hingga hingga
16.00. Di kompleks ini terdapt tempat yang masih dianggap sakral di
lingkungan Tamansari, yakni Taman Ledoksari dimana tempat in merupakan
tempat peraduan dan tempat pribadi Sultan.
4. Makam Kota Gede
Makam
Kotagede merupakan tujuan wisata ziarah yang masih berkaitan dengan
kunjungan ke obyek-obyek wisata di lingkungan Kraton Yogyakarta.
Sebenarnya makam ini bernama Makam Sapto Renggo, namun umumnya
masyarakat Yogyakarta menyebut sebagai makam Kotagede, sesuai dengan
nama daerah ini yang terletak di sudut Tenggara Kota Yogyakarta, lebih
kurang 5 kilometer dari pusat Kota. Waktu untuk mengunjungi makam yaitu
pada tiap hari Jumat mulai pukul 13.00 hingga 17.00. untuk mengunjungi
dan melihat kompleks makam yang lain, dan menyaksikan bangunan-bangunan
tradisional peninggalan Kraton Mataram (dalam periode Kerajaan Mataram
Islam bisa dilaksanakan setiap hari).
5. Makam Imogiri
Makam
Imogiri sebenarnya Makam Hastarengga, dan merupakan makam yang lebih
muda usianya dibandingkan dengan makam Kotagede. Di makam Imogiri ini,
dimakamkan Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram sepeninggal
Panembahan Senopati, terutama putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam
ini dibangun di atas bukit, dan untuk mencapainya kita harus mendaki
tangga dari batu berundak sebanyak 345 buah hingga tiba di suatu
persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri dapat dilakukan setiap hari
Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau Jumat antara pukul 13.00
hingga 16.00.
6. Candi Borobudur

Borobudur merupakan candi terbesar di
dunia, yang pernah merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Terletak di
sebelah barat laut kota Yogyakarta, sejauh kurang lebih 42 kilometer.
Dibangun pada abad VIII, merupakan hasil kerja keras dan di tunjang
ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerbat dan rakyat
Wangsa Cailendra yang berkuasa pada masa itu. Candi itu benar-benar
menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra, yang berusaha menggambarkan
riwayat hidup Sidharta Gautama dan menjelaskan ajaran-ajaran melaui
relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. Dari puncak candi
dapat dilihat alam sekeliling yang indah, Gunung Sumbing sebagai salah
satu tipe gunung berapi yang ada di daerah Jawa Tengah yang mengepulkan
asap tampak disebelah barat antara awan yang bergerak. Bangunan ini
merupakan peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga bukan hanya
bangsa Indonesia tetapi juga bangsa-bangsa di dunia pun ikut
memilikinya.
Saran saya jika ingin jalan-jalan kecandi sebaiknya pilih waktu pagi hari atau sore hari tapi jangan terlalu sore karena jam 17.00 WIB udah pada tutup, jika pagi atau sore tidak terlalu panas kita bisa menikmati suasana lebih nyaman, jika siang hari terik matahari begitu terasa sementara rute perjalanan di candi tidak ada yang dekat semuanya berjalan cukup jauh dari tempat masuk ke pintu keluarnya.
7. Candi Sambisari
Candi
Sambisari terletak di desa Sambisari Kelurahan Purwomartani, lebih
kurang 12 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Tempat ini dapat dicapai
dengan kendaraan umum bus atau microbus jurusan Yogya-Solo, sampai di
sekitar kilometer 10 dimana terdapta persimpangan kea rah kiri (arah
Utara) yang diberi papan penunjuk ke arah lokasi candi Sambisari (lebih
kurang 2 kilometer). Berdasarkan penelitian geologis terhadap batuan
candi dan tanah yang telah menimbunnya selama ini, candi setinggi 6
meter ini telah terbenam oleh material gunung Merapi dalam letusannya
yang hebat pada tahun 1906. Candi Sambisari merupakan candi Hindu dari
abad ke 10 dan diperkirakan diabngun oleh seorang raja dari wamca
Sanjaya, dengan patung Shiwa sebagai Mahaguru menempati bilik utamanya.
8. Candi Prambanan.
Prambanan
adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, Candi Rara Jonggrang
atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi
Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang
lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan
Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah
Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan
yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini
dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua
orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau
Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun,
candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.
Saran saya jika ingin jalan-jalan kecandi sebaiknya pilih waktu pagi
hari atau sore hari tapi jangan terlalu sore karena jam 17.00 WIB udah
pada tutup, jika pagi atau sore tidak terlalu panas kita bisa menikmati
suasana lebih nyaman, jika siang hari terik matahari begitu terasa
sementara rute perjalanan di candi tidak ada yang dekat semuanya
berjalan cukup jauh dari tempat masuk ke pintu keluarnya.
9. nDalem Joyokusuman Jogja

Sebuah
bangunan kuno milik keluarga Kraton Ngayogjakarta, persisnya di Jl.
Rotowijayan 5 ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan
yang sengaja lewat atau mampir di rumah peninggalan Sri Sultan
Hamengkubuwono VII ini. Bangunan kuno gaya aristocrat itu kini disulap
menjadi sebuah Boutigue Restautant nDalem Joyokusuman. Bagi pengunjung
yang akan masuk ke nDalem Joyokusuman ini hanya ditarik ongkos sangat
murah, Rp. 4000. Sedang turis asing dikenai biaya $1 Amerika. Menurut
BRAY Hj Joyokusumo, -pemilik Boutigue Restaurant nDalem Joyokusuman,
saat ditemui Exploring Jogja mengaku tempat ini selalu penuh oleh tamu
khususnya wisatawan asing. Sebagai Boutigue Restaurant, pengunjung dapat
memesan berbagai ragam makanan dan minuman. Yang menarik, makanan dan
minuman yang dijual disini semuanya makanan klangenan Raja Jogja seperti
kupat opor, pastel krupuk, sambel goreng kreni, telor gurih, lodheh
telo, bubuk dele, rujak penganten dan sebagainya. Sedang minuman yang
disediakan meliputi secang, pisang ijo, perdopo, telo liwet, sambel
mijen, stup jambu dan banyak lagi.
10. Museum Sri Sultan HB IX
Museum
ini berada di dalam kompleks Kraton Yogyakarta yang diresmikan oleh Sri
Sultan Hamengku Buwono X tanggal 18 November 1990. Benda-benda
/peralatan, foto-foto dan tanda jasa serta barang yang ditampilkan dalam
museum ini khusus miik maupun yang diterima almarhum Sri Sultan
Hamengku Buwono IX. Jam buka bersamaan dengan Kraton Yogyakarta.
11. Museum Kereta Kraton
Keberadaan
Museum Kraton sudah dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku
Buwono VII dan masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.
Museum Kerata terletak di sisi barat Kraton, tepatnya di jalan
Rotowijayan. Museum ini menyimpan berbagai koleksi kereta milik Kraton,
beberapa diantaranya adalah Kyai Garuda Yeksa, kereta yang dipergunakan
untuk acara kirab dalam rangkaian penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono
VI sampai X; Kyai Jaladara -digunakan Sultan untuk tugas keliling desa;
dan Kyai Kanjeng Jimat -digunakan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai
III untuk acara Garebeg atau menjemput tamu-tamu khusus.
12. Museum Batik Ullen Sentalu
Museum ini di desain dengan
menggunakan konsep tradisional dan dibangun dari bahan-bahan batu-batu
setempat, dan berlokasi di Kaliurang, di lereng Gunung Merapi. Disini,
semangat Ullen Sentalu ditemukan di Dalem Kaswargan. Museum yang
didesain dengan sangat indah ini didedikasikan untuk menghargai
apresiasi masyarakat pada benda-benda sejarah dan seni Jawa serta
kecantikan alam yang dijumpai di ketinggian Kaliurang. Buka: Selasa -
Minggu (09.00 pagi sampai 04.00 sore).
13. Museum Seni Lukis Kontenporer I Nyoman Gunarsa
Museum SLKI Nyoman Gunarso
khusus mendokumentasikan karya pelukis-pelukis Indonesia yang
berprestasi dan professional dalam seni lukis, khususnya seni kulis
kontemporer Indonesia. Koleksi museum itu berjumlah ± 500 lukisan.
Beberapa lukisan unggulannya antara lain lukisan dengan judul “Subali
Sugriwa” dan “Spirit Hamengku Buwono IX
14. Museum Sasana Wiratama Diponegoro
Museum
ini menempati areal tanah seluas 2 hektar, terletak di kampung
Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Museum Monumen Pangeran
Diponegoro memiliki 100 buah koleksi yang terdiri dari berbagai jenis
senjata tradisional seperti keris, tombak, pedang, panah, dan bedil.
Sedang koleksi unggulannya berupa bangunan tembok berlubang (jebol) yang
menurut sejarah merupakan bangunan yang dijebol oleh Pangeran
Diponegoro guna meloloskan diri dari kepungan kompeni. Museum Monumental
Pangeran Diponegoro dibuka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul
08.0-13.00 WIB.
15. Museum Affandi
Museum
ini terletak di sisi sebelah Utara dari jalan Solo nomor 167, tepatnya
di lereng sebelah Barat jembatan sungai Gajah Wong. Gaya lukisannya
termasuk dalam aliran eksperesionisme. Museum ini terbuka untuk
kunjungan umum. Minggu s/d Sabtu 09.00-13.00 WIB.
16. Museum Benteng Vredeburg
Di
masa penjajahan Belanda, benteng ini merupakan tangsi militer bala
tentara pemerintahan Belanda, yang dibangun pada tahun 1765. benteng ini
terletak tepat di depan bangunan Gedung Agung, dengan maksud untuk
melindungi Residen Belanda yang bertempat tinggal di dalam gedung itu.
Menilik lokasi berdirinya, benteng ini nampaknya juga sengaja dibangun
untuk menghadapi gerakan militer yang mungkin timbul dari Kraton
Yogyakarta, yang letaknya hanya 1 jarak tembakan meriam (meriam kuno)
dari benteng ini. Ini terlihat dari letak altar meriam yang terletak
disebelah Selatan (menghadap ke Kraton). Selasa s/d Minggu: Pukul
08.30-14.00 WIB; Jumat : Pukul 08.00-11.00 WIB; Sabtu-Minggu : Pukul
08.30-12.00 WIB
17. Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman
Museum
in terletak di jalan Bintaran Yogyakarta dan merupakan bekas rumah
kediaman Panglima Besar Jendral Sudirman, jendral pertama dalam angkatan
Bersenjata Republik Indonesia. Dalam museum ini, para pengunjung dapat
menyaksikan berbagai senjata api (diantaranya merupakan senjata api
buatan sendiri) dan berbagai peralatan perang lain yang dipergunakan
dalam revolusi phisik menghadapi musuh-musuh Negara. Museum ini dibuka
tiap hari jam 08.00-14.00 WIB
18. Museum Wayang “Kekayon”
Dalam
Museum ini dapat disaksikan beberapa jenis waayang antara lain: Wayang
Purwo, Wayang Madyo, Wayang Thengul, Wayang Klithik, Waayang Beber dan
lain sebagainya. Wayang tersebut terbuat dari : kulit, kayu, kain, dan
kertas. Selain koleksi wayang, juga terdapat jenis topeng. Bangunan yang
disebut Sasono Pratelo merupakan tempat pelayanan informasi tentang
Wayang dan Topeng. Museum ini dapat dikunjungi untuk umum dibuka setiap
hari pukul 08.00-15.00 WIB dengan menghubungi pengurusnya terlebih
dahulu.
19. Gedung Agung
Hampir
di ujung Selatan jalan Malioboro, berdiri bangunan megah Gedung Agung,
yang diantara tahun 1946 hingga 1949, tatkala Yogyakarta menjadi Ibu
Kota Republik Indonesia, merupakan tempat Presiden RI yang pertama Ir.
Soekarno. Pada jaman penjajahan Belanda, gedung ini merupakan kediaman
Residen Belanda. Saat ini Gedung Agung yang nampak anggun ini
dipergunakan sebagai Wisma Negara dan tempat menerima tamu-tamu Agung
yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Didalamnya terdapat
diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia melawan Tentara
Belanda. Pada setiap tanggal 17 dilaksanakan upacara Parade Senja yang
dimulai pukul 15.00 WIb. Disamping itu Museum ini dibuka setiap hari
pukul 08.00-15.00 WIB.
20. Monumen Pergerakan Wanita Mandala Bhakti Wanitatama
Gedung
Wanita didirikan pada tanggal 22 Desember 1955 sebagi pernyataan
kebulatan tekad wanita Indonesia dalam usaha memajukan kaumnya.
Pembangunan gedung ini diperoleh dari hasil seluruh lapisan masyarakat
wanita Indonesia. Pada tahun 1983 Gedung Wanita mengalami rehabilitasi
dan pembangunan baru, yang untuk selanjutnya gedung ini bernama Mandala
Bhakti Wanita Tama, yang berarti tempat berbakti dari para wanita utama.
Bentuk bangunan induk dari gedung baru ini memiliki gaya bangunan
(arstiektur) Jawa, yang sangat menarik, dilengkapi dengan ukir-ukiran
yang artistik. Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama berlokasi di jalan
Solo, sekitar 5 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Gedung tersebut
merupakan Monumen Pergerakan Wanita sekaligus sejarah perjuangan wanita
Indonesia.
21. Masjid Agung
Terletak
di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masih
dipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam.
Dihari-hari besar agama Islam, masjid ini dipergunakan sebagai tempat
penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton
Yogyakarta. Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan Jawa yang
spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah
menyerupai Masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalojogo
(salah seorang dari Waki Songo di kota antik Demak).
22. Masjid Soko Tunggal
Terletak
di sebelah kiri (sisi Selatan) dari plaza (jalan masuk) yang menuju ke
gapura depan Tamansari dan hingga kin masih dipergunakan untuk tempat
beribadah umat Islam. Keistimewaan dari masjid ini terletak pada soko
guru (tiang penyangga utama) nya yang hanya berjumlah satu buah dan
ditopang oleh batu penyangga lazimnya disebut Umpak, yang berasal dari
zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusuno dari Kerajaan Mataram
Islam.
23. Masjid Patok Nagara
Masjid
Patok Negoro adalah sebutan bagi lima buah masjid Kraton Yogyakarta
(Masjid Ploso Kuning, Masjid Mlangi, Masjid Babatan, Masjid Wonokromo
dan Masjid Dongkelan). Keberadaan kelima masjid ini merupakan satu hal
yang khas karena tidak dijumpai di kasunanan / Kraton yang ada di Jawa.
Istilah patok negoro berasal dari dua kata yaitu Pathok (patok) dan
Negara (nagoro). Didalam istilah bahsa Jawa patok adalah kayu atau bambu
yang ditancapkan sebagi tetenger /tanda yang tetap, sedang nagoro
adalah kota tempat tinggal raja, jadi patok negoro adalah sebuah tanda
kekuasaan raja dan tanda tersebut tidak dapat dirubah.
24. Malioboro

Kalau ke Jogja enggk ke Malioboro berarti belum sah ke Jogjanya, begitulah kata beberapa orang-orang yang berwisata ke Jogja. Selain lokasinya deket biasnaya sepaket kalau Anda ingin ke Kraton pasti nanti juga akan ke Jogja, karena keraton Selatannya area Malioboro yang di mulai darti titik 0 kantor pos besar Yogyakarta. Apasih daya tarik dari Malioboro??? sebenernya malioboro itu semacam tempat perbelanjaan yang dikanan kirinya banyak toko-toko modern juga toko-toko batik yang utamanya, serta pedagang kaki lima yang menjajakan bermakai macam kerajinan dan kaos-kaos yang khas untuk oleh-oleh dari Jogja.

Yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pasar Bringharjo yang berada di malioboro, pasar ini menjual berbagai macam bentuk batik dari mulai seprei, sarung bantal, baju, jarik, celana, rok dan lainnya yang Anda bebas memilih dan harus pinter-pinter menawar....hehehhehehe.
Perlu diperhatikan ada baiknya untuk membandingkan harga dan kualitas batik yang ada Anda masuk dulu ke toko-toko yang ada bandrol harga batiknya, setelah Anda cermati harga di toko baru masuk ke pasar bringharjo untuk bersilat lidah tawar menawar karena sudah ada patokan harga di toko.
Untuk kualitas batik ada berbagai macam, biasanya kalau yang murah-murah cepet luntur dan cepet sobek, dan agak panas kalau dipakai. Batik-batik yang awet dan nyaman di pakai biasanya harganya lumayan mahal di toko-toko sektiar malioboro.

Satu hal lagi ada kereta andong dan becak di malioboro yang bisa Anda nikmati untuk berjalan-jalan, namun saran saya tanya harga sebelum naik, silahkan nego-nego dan pastikan rute yang Anda tuju tepat sasaran, biasanya para tukang becak dan Andong akan menawarkan untuk ketempat perbelanjaan kaos atau batik ke suatu toko yang mereka memang diberikan tips jika berhasil membawa pelanggan ke toko tersebut, dan itu sah-sah saja selama tidak ada paksaan dan Anda juga memang nyaman untuk berbelanja di tempat tersebut.
Bagi Anda yang ingin makan disekitaran warung-warung malioboro harap untuk menanyakan harga terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman saaat pembayaran, tidak semua orang baik begitu juga dengan para pedagang dikawasan tersebut, walaupun lebih banyak yang jujur namun yang tidak jujur juga banyak.