Jumat, 21 Juli 2017

Berbagai Macam Tempat Wisata Pantai di Bantul Yogyakarta
WISATA PANTAI BANTUL

1.      Gumuk Pasir
Gumuk pasir Parangtritis merupakan sebuah warisan dunia (world heritage), sebagai bentukan endapan pantai yang mencapai ketinggian 20 mpl.  Di dunia hanya ada di 4 negara, salah satunya di Indonesia yaitu di Parangtritis. Selain sebagai laboratorium alam berbagai cabang ilmu kebumian fenomena alam gumuk pasir membentuk ekosistem yang khas.
 
 
 
 
 
2.  Kawasan Wisata Pantai Parangtritis
Sejak zaman dahulu, komplek pantai Parangtritis telah terkenal, tidak saja sebagai kawasan rekreasi pantai, tetapi juga terkenal sebagai tempat yang memiliki banyak peninggalan sejarah, khususnya yang berkaitan dengan legenda Kanjeng Ratu Kidul atau Ratu Penguasa Laut Selatan. Kompleks Parangtritis terletak 27 kilometer dari Yogyakarta lewat Kretek. Untuk mencapai kawasan ini, para pengunjung dapat menempuh salah satu dari dua jalur jalan:
Jalur jalan pertama :
Dari terminal Umbulharjo melalui Pojok Beteng wetan (tenggara) Kraton Yogyakarta lurus ke selatan sampai ke Obyek Wisata Kompleks Pantai Parangtritis.
Jalur jalan kedua :
Dari terminal Umbulharjo melalui daerah Imogiri (makam Raja - Raja Mataram) dan desa Siluk dengan jalan naik turun sambil menikmati pemandangan yang indah, hingga sampai ke Kompleks Obyek Wisata Pantai Parangtritis.
Jalur kedua ini berjarak ± 10 km lebih jauh dibandingkan dengan jalur pertama menggunakan Bus Umum dengan trayek tetap.
  • Parang Wedang :Suatu sumber mata air panas bermineral yang tidak pernah kering sepanjang tahun, yang sering digunakan pula untuk menyembuhkan penyakit kulit.
  • Parang Kusuma :
Tempat ini dianggap sebagi tempat yang paling sakral dari seluruh kompleks kawasan Parangtritis, dimana menurut kepercayaan Jawa, merupakan tempat pertemuan antara Raja - raja yang memerintah kerajaan Yogyakarta dengan kanjeng Ratu Kidul. Pertemuan ini terjadi pada sebuah batuan yang merupakan sisa kegiatanvulkanis dimasa silam (post volcanic) yang merupakan suatu batuan intrusi di tengah hamparan pasir pantai, dengan nama watu gilang dan fasilitas yang ada seperti penginapan, Masjid, Rumah, makan dan Toilet.


  • Dataran tinggi Gambirowati : Dataran tinggi Gambirowati merupakan salah satu tempat yang memiliki pemandangan indah ke kompleks pantai Parangtritis dan ke laut lepas di sekitarnya. Tempat ini dapat dicapai dengan menyusur jalan dari Parangtritis ke arah Panggang dan Goa Langse, yang merupakan jalan menanjak ke perbukitan.Bukit Gupit yang ada di jalan ini, sering dipergunakan sebagai tempatstart/meloncat para pecinta olahraga layang gantung (gantole).
  • Goa Langse :Merupakan goa pertapaan yang berwujud suatu lorong di bawah batu karang,yang mulutnya menghadap kearah laut lepas. Goa ini dapat dicapai dengan menuruni batu karang yang terjal, dan berbatuan melalui tangga dari tali atau bambu, untuk itu diperlukan suatu keberanian yang prima dan ketrampilan khusus. Pada saat air laut pasang, mulut goa ini tertutup oleh air laut, sehingga untuk masuk atau keluar dari goa, hanya dapat dilakukan pada saat air laut surut.
  • Makam Syeh Bela - Belu :Terdapat di bukit Pemancingan, yang dianggap sebagai makam yang keramat. Makam ini banyak dikunjungi oleh para peziarah, utamanya pada hari Jum’at dan Selasa Kliwon.
 
Tempat Wisata Terdekat Sekitar Kota Yogyakarta
WISATA BUDAYA DAN SEJARAH SEKITAR WILAYAH KOTA YOGYAKARTA

1.      Kraton Jogja
Kraton (istana) Kasultanan Yogyakarta terletak dipusat kota Yogyakarta. Lebih dari 200 tahun yang lalu, tempat ini ini merupakan sebuah rawa dengan nama Umbul Pacetokan, yang kemudian dibangun oleh Pangeran Mangkubumi menjadi sebuah pesanggrahan dengan nama Ayodya. Pada tahun 1955 terjadilah perjanjian Giyanti yang isinya membagi dua kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Setiap hari Karaton terbuka untuk kunjungan wisatawan mulai pukul 08.30 hingga pukul 13.00, kecuali hari Jum;at Kraton hanya buka sampai dengan pukul; 11.00.

2.      Puro Pakualaman
Selain Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Yogyakarta terdapat sebuah istana lain yang terletak di jalan Sultan Agung, istana Puro Pakualaman, tempat tinggal Sri Pakualam IX, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Istana ini sering dipergunakan untuk menerima tamu-tamu Negara yang berkunjung ke daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sayap Timur bagian depan dari istana ini dipergunakan sebagai museum Puro Pakualaman dengan mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat dikunjungi masyarakat setiap hari Senin dan Kamis, antara pukul 11.00 hingga 13.00. dalam museum ini tersimpan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, dan merupakan peninggalan masa sliam dari keluarga Paku Alam.

3.      Istana Air Tamansari
Terletak lebih kurang 400 meter dari komplek Kraton Yogyakarta atau sekitar 10 menit jalan kaki ke pasar burubg dari halaman Mangangan. Tamansari berarti Taman yang indah, dimana zaman dahulu merupakan tempat rekreasi bagi Sultan Yogyakarta beserta kerabat istana. Kini, Tamansari dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Mulai dari pukul 08.00 hingga hingga 16.00. Di kompleks ini terdapt tempat yang masih dianggap sakral di lingkungan Tamansari, yakni Taman Ledoksari dimana tempat in merupakan tempat peraduan dan tempat pribadi Sultan.

4.      Makam Kota Gede
Makam Kotagede merupakan tujuan wisata ziarah yang masih berkaitan dengan kunjungan ke obyek-obyek wisata di lingkungan Kraton Yogyakarta. Sebenarnya makam ini bernama Makam Sapto Renggo, namun umumnya masyarakat Yogyakarta menyebut sebagai makam Kotagede, sesuai dengan nama daerah ini yang terletak di sudut Tenggara Kota Yogyakarta, lebih kurang 5 kilometer dari pusat Kota. Waktu untuk mengunjungi makam yaitu pada tiap hari Jumat mulai pukul 13.00 hingga 17.00. untuk mengunjungi dan melihat kompleks makam yang lain, dan menyaksikan bangunan-bangunan tradisional peninggalan Kraton Mataram (dalam periode Kerajaan Mataram Islam bisa dilaksanakan setiap hari).


5.      Makam Imogiri
Makam Imogiri sebenarnya Makam Hastarengga, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam Kotagede. Di makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram sepeninggal Panembahan Senopati, terutama putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam ini dibangun di atas bukit, dan untuk mencapainya kita harus mendaki tangga dari batu berundak sebanyak 345 buah hingga tiba di suatu persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri dapat dilakukan setiap hari Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau Jumat antara pukul 13.00 hingga 16.00.


6.      Candi Borobudur
Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang pernah merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Terletak di sebelah barat laut kota Yogyakarta, sejauh kurang lebih 42 kilometer. Dibangun pada abad VIII, merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerbat dan rakyat Wangsa Cailendra yang berkuasa pada masa itu. Candi itu benar-benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra, yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Gautama dan menjelaskan ajaran-ajaran melaui relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. Dari puncak candi dapat dilihat alam sekeliling yang indah, Gunung Sumbing sebagai salah satu tipe gunung berapi yang ada di daerah Jawa Tengah yang mengepulkan asap tampak disebelah barat antara awan yang bergerak. Bangunan ini merupakan peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga bukan hanya bangsa Indonesia tetapi juga bangsa-bangsa di dunia pun ikut memilikinya.
 
Saran saya jika ingin jalan-jalan kecandi sebaiknya pilih waktu pagi hari atau sore hari tapi jangan terlalu sore karena jam 17.00 WIB udah pada tutup, jika pagi atau sore tidak terlalu panas kita bisa menikmati suasana lebih nyaman, jika siang hari terik matahari begitu terasa sementara rute perjalanan di candi tidak ada yang dekat semuanya berjalan cukup jauh dari tempat masuk ke pintu keluarnya.




7.      Candi Sambisari
Candi Sambisari terletak di desa Sambisari Kelurahan Purwomartani, lebih kurang 12 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Tempat ini dapat dicapai dengan kendaraan umum bus atau microbus jurusan Yogya-Solo, sampai di sekitar kilometer 10 dimana terdapta persimpangan kea rah kiri (arah Utara) yang diberi papan penunjuk ke arah lokasi candi Sambisari (lebih kurang 2 kilometer). Berdasarkan penelitian geologis terhadap batuan candi dan tanah yang telah menimbunnya selama ini, candi setinggi 6 meter ini telah terbenam oleh material gunung Merapi dalam letusannya yang hebat pada tahun 1906. Candi Sambisari merupakan candi Hindu dari abad ke 10 dan diperkirakan diabngun oleh seorang raja dari wamca Sanjaya, dengan patung Shiwa sebagai Mahaguru menempati bilik utamanya.


8.      Candi Prambanan.
Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.
 
Saran saya jika ingin jalan-jalan kecandi sebaiknya pilih waktu pagi hari atau sore hari tapi jangan terlalu sore karena jam 17.00 WIB udah pada tutup, jika pagi atau sore tidak terlalu panas kita bisa menikmati suasana lebih nyaman, jika siang hari terik matahari begitu terasa sementara rute perjalanan di candi tidak ada yang dekat semuanya berjalan cukup jauh dari tempat masuk ke pintu keluarnya. 


9.      nDalem Joyokusuman Jogja
Sebuah bangunan kuno milik keluarga Kraton Ngayogjakarta, persisnya di Jl. Rotowijayan 5 ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang sengaja lewat atau mampir di rumah peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono VII ini. Bangunan kuno gaya aristocrat itu kini disulap menjadi sebuah Boutigue Restautant nDalem Joyokusuman. Bagi pengunjung yang akan masuk ke nDalem Joyokusuman ini hanya ditarik ongkos sangat murah, Rp. 4000. Sedang turis asing dikenai biaya $1 Amerika. Menurut BRAY Hj Joyokusumo, -pemilik Boutigue Restaurant nDalem Joyokusuman, saat ditemui Exploring Jogja mengaku tempat ini selalu penuh oleh tamu khususnya wisatawan asing. Sebagai Boutigue Restaurant, pengunjung dapat memesan berbagai ragam makanan dan minuman. Yang menarik, makanan dan minuman yang dijual disini semuanya makanan klangenan Raja Jogja seperti kupat opor, pastel krupuk, sambel goreng kreni, telor gurih, lodheh telo, bubuk dele, rujak penganten dan sebagainya. Sedang minuman yang disediakan meliputi secang, pisang ijo, perdopo, telo liwet, sambel mijen, stup jambu dan banyak lagi.


10. Museum Sri Sultan HB IX
Museum ini berada di dalam kompleks Kraton Yogyakarta yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X tanggal 18 November 1990. Benda-benda /peralatan, foto-foto dan tanda jasa serta barang yang ditampilkan dalam museum ini khusus miik maupun yang diterima almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jam buka bersamaan dengan Kraton Yogyakarta.





11. Museum Kereta Kraton
Keberadaan Museum Kraton sudah dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Museum Kerata terletak di sisi barat Kraton, tepatnya di jalan Rotowijayan. Museum ini menyimpan berbagai koleksi kereta milik Kraton, beberapa diantaranya adalah Kyai Garuda Yeksa, kereta yang dipergunakan untuk acara kirab dalam rangkaian penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono VI sampai X; Kyai Jaladara -digunakan Sultan untuk tugas keliling desa; dan Kyai Kanjeng Jimat -digunakan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai III untuk acara Garebeg atau menjemput tamu-tamu khusus.


12. Museum Batik Ullen Sentalu


Museum ini di desain dengan menggunakan konsep tradisional dan dibangun dari bahan-bahan batu-batu setempat, dan berlokasi di Kaliurang, di lereng Gunung Merapi. Disini, semangat Ullen Sentalu ditemukan di Dalem Kaswargan. Museum yang didesain dengan sangat indah ini didedikasikan untuk menghargai apresiasi masyarakat pada benda-benda sejarah dan seni Jawa serta kecantikan alam yang dijumpai di ketinggian Kaliurang. Buka: Selasa - Minggu (09.00 pagi sampai 04.00 sore).









13. Museum Seni Lukis Kontenporer I Nyoman Gunarsa



Museum SLKI Nyoman Gunarso khusus mendokumentasikan karya pelukis-pelukis Indonesia yang berprestasi dan professional dalam seni lukis, khususnya seni kulis kontemporer Indonesia. Koleksi museum itu berjumlah ± 500 lukisan. Beberapa lukisan unggulannya antara lain lukisan dengan judul “Subali Sugriwa” dan “Spirit Hamengku Buwono IX





14. Museum Sasana Wiratama Diponegoro
Museum ini menempati areal tanah seluas 2 hektar, terletak di kampung Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Museum Monumen Pangeran Diponegoro memiliki 100 buah koleksi yang terdiri dari berbagai jenis senjata tradisional seperti keris, tombak, pedang, panah, dan bedil. Sedang koleksi unggulannya berupa bangunan tembok berlubang (jebol) yang menurut sejarah merupakan bangunan yang dijebol oleh Pangeran Diponegoro guna meloloskan diri dari kepungan kompeni. Museum Monumental Pangeran Diponegoro dibuka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 08.0-13.00 WIB.



15. Museum Affandi
Museum ini terletak di sisi sebelah Utara dari jalan Solo nomor 167, tepatnya di lereng sebelah Barat jembatan sungai Gajah Wong. Gaya lukisannya termasuk dalam aliran eksperesionisme. Museum ini terbuka untuk kunjungan umum. Minggu s/d Sabtu 09.00-13.00 WIB.





16. Museum Benteng Vredeburg
Di masa penjajahan Belanda, benteng ini merupakan tangsi militer bala tentara pemerintahan Belanda, yang dibangun pada tahun 1765. benteng ini terletak tepat di depan bangunan Gedung Agung, dengan maksud untuk melindungi Residen Belanda yang bertempat tinggal di dalam gedung itu. Menilik lokasi berdirinya, benteng ini nampaknya juga sengaja dibangun untuk menghadapi gerakan militer yang mungkin timbul dari Kraton Yogyakarta, yang letaknya hanya 1 jarak tembakan meriam (meriam kuno) dari benteng ini. Ini terlihat dari letak altar meriam yang terletak disebelah Selatan (menghadap ke Kraton). Selasa s/d Minggu: Pukul 08.30-14.00 WIB; Jumat : Pukul 08.00-11.00 WIB; Sabtu-Minggu : Pukul 08.30-12.00 WIB


17. Museum Sasmita Loka Jenderal Soedirman
Museum in terletak di jalan Bintaran Yogyakarta dan merupakan bekas rumah kediaman Panglima Besar Jendral Sudirman, jendral pertama dalam angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dalam museum ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai senjata api (diantaranya merupakan senjata api buatan sendiri) dan berbagai peralatan perang lain yang dipergunakan dalam revolusi phisik menghadapi musuh-musuh Negara. Museum ini dibuka tiap hari jam 08.00-14.00 WIB



18. Museum Wayang “Kekayon”
Dalam Museum ini dapat disaksikan beberapa jenis waayang antara lain: Wayang Purwo, Wayang Madyo, Wayang Thengul, Wayang Klithik, Waayang Beber dan lain sebagainya. Wayang tersebut terbuat dari : kulit, kayu, kain, dan kertas. Selain koleksi wayang, juga terdapat jenis topeng. Bangunan yang disebut Sasono Pratelo merupakan tempat pelayanan informasi tentang Wayang dan Topeng. Museum ini dapat dikunjungi untuk umum dibuka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB dengan menghubungi pengurusnya terlebih dahulu.


19. Gedung Agung
Hampir di ujung Selatan jalan Malioboro, berdiri bangunan megah Gedung Agung, yang diantara tahun 1946 hingga 1949, tatkala Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia, merupakan tempat Presiden RI yang pertama Ir. Soekarno. Pada jaman penjajahan Belanda, gedung ini merupakan kediaman Residen Belanda. Saat ini Gedung Agung yang nampak anggun ini dipergunakan sebagai Wisma Negara dan tempat menerima tamu-tamu Agung yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Didalamnya terdapat diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia melawan Tentara Belanda. Pada setiap tanggal 17 dilaksanakan upacara Parade Senja yang dimulai pukul 15.00 WIb. Disamping itu Museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB.


20. Monumen Pergerakan Wanita Mandala Bhakti Wanitatama
Gedung Wanita didirikan pada tanggal 22 Desember 1955 sebagi pernyataan kebulatan tekad wanita Indonesia dalam usaha memajukan kaumnya. Pembangunan gedung ini diperoleh dari hasil seluruh lapisan masyarakat wanita Indonesia. Pada tahun 1983 Gedung Wanita mengalami rehabilitasi dan pembangunan baru, yang untuk selanjutnya gedung ini bernama Mandala Bhakti Wanita Tama, yang berarti tempat berbakti dari para wanita utama. Bentuk bangunan induk dari gedung baru ini memiliki gaya bangunan (arstiektur) Jawa, yang sangat menarik, dilengkapi dengan ukir-ukiran yang artistik. Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama berlokasi di jalan Solo, sekitar 5 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Gedung tersebut merupakan Monumen Pergerakan Wanita sekaligus sejarah perjuangan wanita Indonesia.


21. Masjid Agung
Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masih dipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam. Dihari-hari besar agama Islam, masjid ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta. Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan Jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai Masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalojogo (salah seorang dari Waki Songo di kota antik Demak).

22. Masjid Soko Tunggal
Terletak di sebelah kiri (sisi Selatan) dari plaza (jalan masuk) yang menuju ke gapura depan Tamansari dan hingga kin masih dipergunakan untuk tempat beribadah umat Islam. Keistimewaan dari masjid ini terletak pada soko guru (tiang penyangga utama) nya yang hanya berjumlah satu buah dan ditopang oleh batu penyangga lazimnya disebut Umpak, yang berasal dari zaman pemerintahan Sultan Agung Hanyokro Kusuno dari Kerajaan Mataram Islam.


23. Masjid Patok Nagara
Masjid Patok Negoro adalah sebutan bagi lima buah masjid Kraton Yogyakarta (Masjid Ploso Kuning, Masjid Mlangi, Masjid Babatan, Masjid Wonokromo dan Masjid Dongkelan). Keberadaan kelima masjid ini merupakan satu hal yang khas karena tidak dijumpai di kasunanan / Kraton yang ada di Jawa. Istilah patok negoro berasal dari dua kata yaitu Pathok (patok) dan Negara (nagoro). Didalam istilah bahsa Jawa patok adalah kayu atau bambu yang ditancapkan sebagi tetenger /tanda yang tetap, sedang nagoro adalah kota tempat tinggal raja, jadi patok negoro adalah sebuah tanda kekuasaan raja dan tanda tersebut tidak dapat dirubah.
 
24. Malioboro 
Kalau ke Jogja enggk ke Malioboro berarti belum sah ke Jogjanya, begitulah kata beberapa orang-orang yang berwisata ke Jogja. Selain lokasinya deket biasnaya sepaket kalau Anda ingin ke Kraton pasti nanti juga akan ke Jogja, karena keraton Selatannya area Malioboro yang di mulai darti titik 0 kantor pos besar Yogyakarta.  Apasih daya tarik dari Malioboro???  sebenernya malioboro itu semacam tempat perbelanjaan yang dikanan kirinya banyak toko-toko modern juga toko-toko batik yang utamanya, serta pedagang kaki lima yang menjajakan bermakai macam kerajinan dan kaos-kaos yang khas untuk oleh-oleh dari Jogja. 

Yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pasar Bringharjo yang berada di malioboro, pasar ini menjual berbagai macam bentuk batik dari mulai seprei, sarung bantal, baju, jarik, celana, rok dan lainnya yang Anda bebas memilih dan harus pinter-pinter menawar....hehehhehehe. 

Perlu diperhatikan ada baiknya untuk membandingkan harga dan kualitas batik yang ada Anda masuk dulu ke toko-toko yang ada bandrol harga batiknya, setelah Anda cermati harga di toko baru masuk ke pasar bringharjo untuk bersilat lidah tawar menawar karena sudah ada patokan harga di toko.

Untuk kualitas batik ada berbagai macam, biasanya kalau yang murah-murah cepet luntur dan cepet sobek, dan agak panas kalau dipakai. Batik-batik yang awet dan nyaman di pakai biasanya harganya lumayan mahal di toko-toko sektiar malioboro.

Satu hal lagi ada kereta andong dan becak di malioboro yang bisa Anda nikmati untuk berjalan-jalan, namun saran saya tanya harga sebelum naik, silahkan nego-nego dan pastikan rute yang Anda tuju tepat sasaran, biasanya para tukang becak dan Andong akan menawarkan untuk ketempat perbelanjaan kaos atau batik ke suatu toko yang mereka memang diberikan tips jika berhasil membawa pelanggan ke toko tersebut, dan itu sah-sah saja selama tidak ada paksaan dan Anda juga memang nyaman untuk berbelanja di tempat tersebut.
 
Bagi Anda yang ingin makan disekitaran warung-warung malioboro harap untuk menanyakan harga terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman saaat pembayaran, tidak semua orang baik begitu juga dengan para pedagang dikawasan tersebut, walaupun lebih banyak yang jujur namun yang tidak jujur juga banyak.




Telpon Layanan Pemerintah Daerah dan Pariwisata Di Yogyakarta
Jika Anda membutuhkan layanan informasi pemerintahan daerah dan Pariwisata di Jogja jangan segan-segan telpon saja no dibawah ini, mudah-mudahan mereka dapat membantu, kalau enggk bisa bantu silahkan chat dengan ane saja melalui WA 081931745058.

Layanan Pemerintah Daerah
DIY : (0274) 562811
Gunung Kidul : (0274) 391761
Kulon Progo : (0274) 773238
Sleman : (0274) 868405
Kodya Yogya : (0274) 515865
Bantul : (0274) 367509

Informasi Turis/Wisata
(0274) 513543, 562622


NB : gambar diatas ane ambil dari google itu objek wisata di Kulon Progo namanya KALI BIRU  entar kita bahas objek wisata tersebut di postingan wisata Kulon Progo.
Memberdayakan Konsep Penginapan Dari Rumah-Rumah Penduduk
Maraknya pembangunan hotel di Yogyakarta menjadikan kota ini sudah hampir tidak nyaman mulai tahun 2012an, macet dimana-dimana sudah mulai terasa jika hari libur. Kota ini tidak begitu besar dan objek tempat wisata dalam kota berdekatan pada satu area yang sama, ditambah pembangunan hotel yang mempersempit dan penumpukan kendaraan dalam kota yang menyesakkan.


Melihat hal ini datanglah obrolan sampah saya dengan klien yang kebetulan datang kekantor tentang nasib Jogja yang lama-lama udah seperti jakarta, bangunan jaman dahulu yang sudah mulai tertutup oleh bangunan hotel-hotel megah, perumahan-perumahan elit yang mengasingkan diri dengan tembok-tembok raksasa. Penjagaan yang super nyaman untuk didalam perumahan, syukur kalau yang diperumahan orang baik-baik namun bagaimana jika mereka yang didalam melakukan prostitusi, pengedaran narkoba, penyeludupan, dll......  apa enggak berabe tuh kalau itu yang terjadi. 
Kembali ke judul, terpikir oleh kita bahwa banyaknya desa wisata yang ada di Jogja perlu diberi perhatian dan diberikan bantuan, agar konsep desa wisata tidak hanya berada dipelosok desa namun juga yang dipinggiran kota tidak jauh dari tempat wisata sebaiknya juga dibentuk dan dibina. Rumah-rumah warga/kamar-kamar yang sengaja disisakan dimanfaatkan untuk penginapan wisatawan lokal maupun manca negara.
Pendatang bisa menikmati budaya asli kehidupan masyarakat Jogja yang ramah tamah, dan budaya-budaya Jogja lainnya. Selain memecah masalah macet di dalem kota konsep penginapan dirumah warga ini juga dapat menambah pendapatan masyarakat dan kultur budaya masyarakat Jogja dapat diperhatikan, industri rumah tangga juga dapat diberdayakan, serta layanan wisata lainnya juga dapat saling bekerjasama.